LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK
“PEMURNIAN GARAM DAPUR”
Disusun Oleh :
Nama : Adriyan Wijaya Putra
Nim : A1C118035
Dosen Pengampu :
Drs. Abu Bakar, M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I. TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dari praktikum permunian garam dapur ini yaitu :
1. Untuk dapat mengetahui prinsip permurnian dan pengkristalan garan Natrium Klorida.
2. Untuk dapat mengkristalkan dan memeriksa garam dapur.
II. LANDASAN TEORI
Natrium Klorida terdapat di air laut (3,8%). Air laut merah mengandung 23,2% Natrium Klorida. Diperkirakan bahwa di dalam larutan terdapat 4 x 105 ton Natrium Klorida, di eropa terdapat batuan garam yang berada di bawah lapisan batuan garam. Garam dapat dimurnikan dengan cara memisahkan kation-kation dan anion dari senyawa lain (Tim Kimia Anorganik, 2021).
Garam merupakan salah satu komoditas strategis, karena selain merupakan kebutuhan pokok manusia, garam juga digunakan sebagai bahan baku industri. Pemenuhan kebutuhan pokok manusia, garam yang digunkana adalah garam konsumsi, sedangkan untuk memnuhi kebutuhan industri adalah garam industri. Perbedaan garam konsumsi dan garam industri adalah kandungan NaCl (Natrium Klorida) pada garam. Garam konsumsi mempunyai kandungan NaCL sebesar 94%, sedangkan garam industri memiliki kandungan NaCL sebesar 97%. Dengan kata lain kandungan air dari garam industri lebih sedikit dibandingkan dengan garam konsumsi (Habibi dan Edwin, 2017).
Pemurnian garam adalah salah satu upaya untuk menghilangkan impuritis (pengotor) yang menempel pada kristal garam. Unsur - unsur yang menentukan kualitas garam salah satunya adala NaCl . Garam yang berasal dari penguapan air laut mempunyai kadar 97% lebih, akan tetapi dalam praktek umumnya lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh kualitas air, cara pembuatan, dan cara-cara lain yang mempengaruhi kristal garam. Garam yang mengandung NaCl tinggi, umumnya putih bersih, tetapi kadang-kadang ditemukan garam yang berwarna putih bersih ternyata mengandung kadar gips (CaSO yang tinggi sedangkan kadar NaCl nya sendiri relatif rendah (Astuti dkk., 2016).
Natrium klorida (NaCl) adalah salah satu bahan utama digunakan dalam pemrosesan alami, memainkan peran penting dalam kualitas teknologi, mikrobiologi, dan sensorik. Bahan ini, adalah sumber utama natrium, suatu unsur ditargetkan untuk pengurangan seluruh rantai produksi makanan olahan, terutama produk daging. Natrium klorida (NaCl) telah dijelaskan oleh banyak orang sebagai senyawa prooksidan yang mampu mempengaruhi perkembangan dan intensitas reaksi lipid pada salamis. Efeknya pada oksidasi lipid tampaknya disebabkan oleh aksi reaktif ion klorida pada lipid atau kesolubilisasi besi dengan ion klorida, merangsang peroksidasi lipid (Santos dkk., 2017).
Proses kristalisasi yakni potensial kimia antara larutan dan fasa padatan yang dilakukan pada keadaan supersaturated yaitu pendinginan, penguapan dan penambahan antisolvent. Kristalisasi antisolvent merupakan metode pemisahan dan pemurnian yang efektif. Penggunaan antisolvent dalam proses kristalisasi ini mengurangi kelarutan suatu zat terlarut dalam larutan dan membentuk kristal secara cepat. Dilakukan pemurnian dengan penambahan antisolvent melalui proses kristalisasi yang mengindikasikana adanya tingkat pemulihan likopen yang cukup tinggi. Parameter eksperimen kristalisasi sangat mempengaruhi mekanisme pembentukan partikel dan mengatur bentuk ukuran kristal dan distribusinya (Christianty dkk., 2015).
III. ALAT DAN BAHAN
|
Alat |
Bahan |
|
1. Batang Pengaduk |
1.Garam dapur kotor |
|
2. Botol Semprot |
2.Aquades |
|
3. Cawan Penguap |
3.Asam Sulfat Pekat (H2SO4) |
|
4. Corong Kaca |
|
|
5. Corong Pisah |
|
|
6. Corong Buchner |
|
|
7. Gelas Ukur |
|
|
8. Kaki tiga |
|
|
9. Kawat kasa |
|
|
10. Gelas kimia |
|
|
11. Labu dasar rata |
|
|
12. Pipet tetes |
|
|
13. Statif corng |
|
|
14. Tabung reaksi |
|
|
15. Neraca |
|
|
16. Statif |
|
|
17. Klem tiga jari |
|
|
18. Pipa kaca |
|
|
19. Sumbat labu |
|
|
20. Slang plastik |
|
IV. PROSEDUR KERJA
Rangkain alat percobaan :
V. DAFTAR PUSTAKA
Astuti, R.P, dkk, 2016, Pengaruh Lama Waktu Pengadukan Terhadap Pengikatan Impuritis untuk Meningkatkan Kadar NaCl Pada Garam Rakyat, Journal of Pharmacy and Science. 1(1)
Christianty, D, dkk, 2015, Kristalisasi Likopen dari Buah Tomat (Lycopersicon Esculentum) Menggunakan Antisolvent, Jurnal Teknik Kimia, 4(4).
Habibi, M.Y. dan Edwan R, 2017, Peramalan Harga Garam Konsumsi Menggunakan Artifical Neural Networks Feedforward-Backpropagation (Studi Kasus : PT. Garam Mas, Rembang, Jawa Tengah,. Jurnal Teknik ITS, 6(2).
Santos, B.A, dkk. 2017, Adding Blends of NaCl, KCl, and CaCl to Low-Sodium Dry Fermented Sausages: Effects on Lipid Oxidation on Curing Process and Shelf Life, Hindawi Journal of Food Quality.
Tim Kimia Anorganik, 2021, Penuntun Praktikum Kimia Anorganik, Jambi : UNJA.


No comments:
Post a Comment